HOT NEWS:
Panduan Perawatan Baterai Laptop supaya Tahan Lama PDF Print E-mail
Monday, 09 August 2010 10:11 | Written by Administrator

Tips dan Trik pemakaian baterai laptop supaya Tahan Lama

Tips baterai laptop

Beberapa tahun yang lalu, laptop hanya digunakan oleh badan usaha atau orang-orang tertentu saja. Karena harga laptop yang cukup tinggi dan hanya beberapa kalangan yang membutuhkan. Saat ini, banyak pengguna rumah sudah menggunakan laptop daripada PC desktop karena portabilitas.

Hal ini karena harga laptop sekarang ini sudah lebih terjangkau daripada sebelumnya. Kebanyakan laptop sekarang didukung oleh baterai lithium ion. Ini adalah jenis baterai yang dapat diisi ulang / recharge. Life cycle sebuah batterai lithium laptop biasanya bertahan dua sampai tiga tahun, dan juga tergantung dari pemakaian dan perawatan. Laptop dapat dicharge ulang sebanyak empat ratus kali atau bahkan lebih. Namun, baterai ini tidak akan pernah tahan seumur hidup. Kadang-kadang, beberapa faktor memberikan kontribusi pada umur baterai laptop berkurang. Berikut ini adalah contoh yang umum :

 

Banyak orang menganggap kalau menancapkan charger terus - terusan saat memakai laptop dengan kondisi baterai terpasang adalah oke-oke saja, karena laptop ada sirkuit proteksi yang otomatis memutuskan listrik saat baterai sudah penuh. Namun ternyata tidak sesimple itu, ini adalah alasannya.

1. Over-draining and Overcharge.

a. Musuh utama dari baterai lithium adalah overcharge. Meskipun di laptop2 sekarang ada intelligent circuitnya yang stop charging setelah baterai penuh, itu tidak benar-benar baterainya di disconnect, melainkan hanya soft-switch. Dan masih ada arus yang mengalir melalui baterai tersebut.

Mengapa hal ini terjadi? Hal ini dilakukan untuk menjaga agar saat pasokan listrik dari kabel AC putus, baterai dapat langsung menggantikan secara instant.

Coba anda buktikan dengan mencabut listrik AC pada saat Notebooknya hidup, switching ke baterai dilakukan dengan instant. Hal ini tidak dapat dilakukan jika baterai benar-benar dalam kondisi off, karena diperlukan waktu untuk inisialisasi dan mengalirkan energinya yang walaupun hanya sekian detik, membuat laptop mati.

b. Dengan penggunaan model autoswitch, yakni sebenarnya setelah penuh dia tidak akan langsung putus, namun msh ada waktu beberapa detik hingga menit sebelum sirkuitnya benar-benar bekerja untuk memutuskan aliran charging. Nah pada saat inilah overcharge terjadi.

Beberapa merek laptop (dengan software power management) bisa diatur agar power threshold battery diatur agar otomatis switch ke line power eksternal , jadi bukannya setelah penuh baru switch, namun jika dibiarkan apa adanya saja, dan terjadi berulang - ulang ( karena laptop anda suka dipakainya nyolok terus, dipastikan Baterai akan drop dengan cepat)

2. Life Cycle

Musuh kedua lithium adalah life cycle. Baterai lithium mempunyai life cycle tertentu dimana tiap kali charge kapasitasnya akan semakin berkurang.

Saat sirkuit pemutus charge otomatis bekerja (memutuskan aliran listrik charge karena sudah penuh, pada beberapa tipe laptop yang manajemen dayanya kurang bagus, jadi saat penuh sebenarnya ada pemakaian baterai walaupun cuman sedikit. Tapi walupun cuman sedikit dalam waktu cukup lama, kapasitas baterai akan berkurang sedikit yang dilanjutkan oleh auto charge oleh sirkuit. Namun karena ordenya yang singkat, charge ini tidak akan muncul di status laptop anda.

Nah apa pengaruh charge yang hanya sebentar ini? Pengaruhnya adalah life cycle. Karena lithium saat di charge dari kondisi 1% ke 100% itu dianggapnya sama saja dengan charge dari 99% ke 100%, yakni 1x life cycle. Saat life cyclenya semakin banyak, kapasitas baterai akan semakin berkurang.

3. Panas baterai

Saat baterai di charge dan di pakai secara bersamaan, panas yang dikeluarkan akan lebih besar karena ada 2 buah kondisi proses energi. Panas yang dihasilkan bisa hampir tidak terasa sampai sangat terasa tergantung tipe laptop, padahal kita tahu panas berlebih adalah salah satu musuh utama dari perangkat elektronik.

Memakai laptop dengan memasang baterai dan charger secara bersamaan dan terus menerus, dipastikan 1/2 tahun saja kapasitas baterai anda akan drop bisa sampai sisa tinggal 1/2 nya saja dari kapasitas awal. Dan tidak sampai setahun baterai anda cuman bisa mensuply listrik 5-10 menit sebelum laptop padam.

Memang baterai lithium. Walaupun tidak dipakai, setiap tahun kapasitasnya akan drop dengan sendirinya kurang lebih 25% dari kapasitas awal saat dia dibuat (normalnya memang begitu), namun ada cara2 agar baterai laptop awet dipakai hingga 2 bahkan 4 tahun, dengan catatan kapasitasnya pasti berkurang, namun masih layak dipakai.

4. Over-Plugging

Dengan Over-Plugging macam-macam perangkat ke laptop Anda. Laptop hanya dapat menyediakan tingkat daya maksimal tertentu untuk perangkat anda (biasanya USB). Biasanya, yang paling banyak memakan daya dari laptop adalah perangkat eksternal seperti drive eksternal, mouse, printer, dan Cooler. Dari semua ini, Cooler (tanpa adapter eksternal) lebih merusak karena mereka menarik energi lebih dari perangkat lain. Baterai Anda akan cepat tersedot jika memakai ini.




Comments (7)Add Comment
0
sad
written by zuzu , August 24, 2010
baterai laptop g, klo gk smbil charge cpet drop ny..smilies/sad.gif
report abuse
vote down
vote up
Votes: +2
Administrator
...
written by Administrator , August 29, 2010
batere laptopnya brp cell ya?
ya begitulah baterai lithium. ada masanya .. semakin lama semakin berkurang. Saran : Kalau pemakaian di rumah sebaiknya, baterai cabut langsung ke colok ke listrik , jika berpergian baru pakai baterainya. smilies/smiley.gif
report abuse
vote down
vote up
Votes: -1
0
Baterai Laptop 4741
written by kasnan , October 04, 2010
Salam Sejahtera,

Saya pengguna laptop acer aspire 4741 G yang baru saya beli 3 bulan yang lalu, tetapi kenapa ya baterai laptop saya tidak mau dichrge full 100 % dan hanya 91 % . Saya sudah berusaha menggunakan laptop sesuai petunjuk yang ada. Apakah baterainya sudah rusak ? dan kalau sudah rusak apakah itu masih dalam garansi dan dapat diganti oleh Acer.
Demikian disampaikan mohon jawabannya segera.

Kasnan (Padang)
report abuse
vote down
vote up
Votes: +0
0
Kalibrasi
written by support , October 13, 2010
Nah sudahkan anda mencoba proses kalibrasi ? yang intinya buat baterai laptop anda sampai habis biasa tersisa 1-3 % , lalu matikan laptop tersebut dan charge hingga full kurang lebih 6 – 7 jam, (dulu saya pernah membeli laptop baru dengan maks baterai hanya 80%), dan melakukan proses diatas , dan berhasil Bisa sampai 100% sekarang.
Jika tidak bisa juga, masi ada garansi , tukarkan saja , atau bawa ke service centernya. Bilang saja masi garansi.

report abuse
vote down
vote up
Votes: +0
0
...
written by hevines , February 23, 2011
memainkan lampi dengan baterai di lepas uhhhh..serem.. kalo gue mendingan baterai dipasang dgn keadaan charge, walaupun udah full100%.

lebih baik ganti baterai..dari pada ganti mainboard/komponen lainnya(bateray=800rb, mobo=1jt keatas). intinya seperti yg disebutkan diawal artikel, baterai memppunyai life cycle, +- 400-500 CDC (charge discharge) atau 1-2/3 tahun pemakaian.

untuk lebih mengetahui lebih lanjut tentang masing2 baterai, silakan konsultasi sama dealer resmi(technical support) sesuai dgn merek notebook anda misal lenovo. jangan konsultasi sama toko , biasanya ngaur..

thnx..anak kampung yg lagi mau belajar

setiap merk mungkin berbeda cara memperlakukan baterai yg benar.smilies/grin.gif
report abuse
vote down
vote up
Votes: +0
0
bingung
written by amey , March 04, 2011
ad tmand sy yg lbih suka memakai cara "cabut baterai colok listrik" ktny itu untuk mengawetkan bateray...tp ketika saya tnya kpda kakak sy,dia blg klu sring dicabut,baterainy mlah bs rusak,,,sya hrus gimna ya?,,mohon yang mau kasih saran!smilies/cry.gif
report abuse
vote down
vote up
Votes: +0
0
...
written by ena , March 27, 2011
saya pake carger universal, kira2 aman ga ke batrei ama laptopnya?
report abuse
vote down
vote up
Votes: +0

Write comment

busy
Last Updated on Monday, 09 August 2010 11:27